Senin, 30 November 2009

Rosulullah Sedih dan menangis

Pada suatu hari,tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan Salam."Bolehkah saya masuk?"tanyanya.Tapi Fatimatu Zahro tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah Ayahku(Muhammad SAW) sedang demam," kata Fatimatu Zahro yang membalikkan badan dan menutup pintu.Kemudian ia kembali menemani Ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimatu Zahro,"Siapakah itu wahai anakku?" Aku tak tahu Ayahku,orang itu sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimatu Zahro lembut.
Lalu,Rasulullah SAW menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.Seolah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang."Ketahuilah Dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,Dialah yang memisahkan pertemuan di Dunia,Dialah Malaikatul maut,"kata Rasulullah SAW ,Fatimatu Zahro pun menahan ledakan tangisnya.Malaikat maut datang menghampiri,tapi Rasulullah SAW menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.
Kemudian dipanggil lah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit Dunia menyambut Ruh kekasih ALLAHU SWT dan penghulu dunia ini."Jibril,jelaskan apa hakku nanti di Hadapan ALLAHU SWT?" tanya Rasulullah SAW dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka,para Malaikat telah menanti Ruh mu.
Semua Syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,"kata Jibril.Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah SAW lega,matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" tanya Jibril lagi."Kabarkan kepadaku bagaimana nasib Umatku kelak?" "Jangan khawatir,wahai Rasulullah SAW,aku pernah mendengar ALLAHU SWT berfirman kepadaku"Kuharamkan syurga bagi siapa saja,kecuali umat Muhammad SAW telah berada di dalamnya,"kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat,Izroil melakukan tugas.Perlahan-lahan Ruh Rasulullah SAW ditarik.Nampak seluruh tubuh Rasulullah SAW bersimbah peluh,urat-urat lehernya menegang."Jibril,betapa sakit Sakaratul Maut ini."
Perlahan Rasulullah SAW mengaduh,Fatimatu Zahro terpejam,Ali ra yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka."Jijik kah kau melihatku,hingga kau palingkan wajahmu wahai Jibril?" tanya Rasulullah SAW pada Malaikat pengantar Wahyu itu."Siapakah yang sanggup melihat Kekasih ALLAHU SWT direnggut ajalnya,"kata Jibril.Sebentar kemudian terdengar Rasulullah SAW mengaduh karena sakit yang tidak tertahankan lagi."Ya ALLAHU SWT,dasyat nian maut ini,timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku,jangan pada Umatku."Badan Rasulullah SAW mulai dingin,kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.Bibirnya bergetar seakan akan hendak membisik kan sesuatu,Ali ra segera mendekatkan telinganya.Ushiikum bisshalati,wa maa malakat aimanuku(peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)."Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan,sahabat saling berpelukan.Fatimatu Zahro menutup tangan di wajahnya,dan Ali ra kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah SAW yang mulai kebiruan."Ummatii,ummatii,ummatii(Umatku,umatku,umatku)".
Dan,berakhirlah hidup Manusia Mulia yang memberi Sinaran itu.Kini,mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli alaa Muhammad...Allahumma sholli wa salim wa baarik alaih...
Betapa cintanya Rasulullah SAW kepada kita.
USAH GELISAH APABILA DIBENCI MANUSIA KARENA MASIH BANYAK YANG MENYAYANGIMU DI DUNIA,TAPI GELISAHLAH APABILA DIBENCI ALLAHU SWT KARENA TIADA LAGI YANG MENGASIHIMU DI AKHIRAT...

Tidak ada komentar: